Persiapan Sebelum Umroh atau Haji

Bagikan samara umroh

  1. Niat yang benar

Keinginan hati untuk melakukan suatu amalan, itulah makna daripada niat. Niat merupakan perkara yang amat penting dalam Islam. Sampai-sampai Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan bahwa segala amal perbuatan itu tergatung pada niat si Pelaku. Seorang mendapatkan buah dari amalannya sesuai keadaan niat dalam hatinya. Dalam sebuah hadist yang masyhur, disampaikan oleh sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahua’laihi wasallam bersabda,

Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka hendaklah kita niatkan ibadah umroh atau haji kita semata-mata karena mengharapkan pahala dari Allah, bukan karena yang lainnya yang bisa mengurangi bahkan merusak pahala umroh atau haji kita.

 

  1. Persiapan fisik

Olahraga fisik sangat dibutuhkan untuk menjaga kondisi badan kita agar tetap sehat selama melaksanakan ibadah umroh. Lakukan persiapan olahraga fisik, seperti bersepeda, rutin berlari pagi atau berjalan kaki.

Kondisi badan yang sehat juga akan berguna untuk mengatasi cuaca di tanah suci. Banyak minum air putih dan mengurangi minum es sangat baik dilakukan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

 

  1. Persiapkan ilmu 

Mengapa harus berilmu sebelum beramal? Karena ilmu adalah syarat sah amal.

Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari mengatakan :

“Bab : Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan”

(Shahih al-Bukhari, kitab: al-Ilmu, bab al ilmu qabla al-qoul wa al amal)

 

Ingatlah bahwa suatu amalan yang dibangun tanpa dasar ilmu malah akan mendatangkan kerusakan dan bukan kebaikan.
‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mengatakan,

Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.” (Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15)

Di samping itu pula, setiap ilmu hendaklah diamalkan agar tidak serupa dengan orang Yahudi. Sufyan bin ‘Uyainah –rahimahullah- mengatakan,

Orang berilmu yang rusak (karena tidak mengamalkan apa yang dia ilmui) memiliki keserupaan dengan orang Yahudi. Sedangkan ahli ibadah yang rusak (karena beribadah tanpa dasar ilmu) memiliki keserupaan dengan orang Nashrani.” (Majmu’ Al Fatawa, 16/567)

Oleh karena itu maka wajib bagi setiap orang yang akan melaksanakan ibadah umroh untuk mempelajari ilmu tentang umroh seperti yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallalahu ‘alaihi wa sallam. Dan hal ini telah ada dalam buku panduan umroh atau haji.

 

  1. Persiapan mental

Menyiapkan mental sangat perlu bagi orang yang akan melaksanakan ibadah umroh atau haji, karena kita akan melakukan perjalanan jauh menuju tempat yang berbeda kultur, berbeda kebiasaan, berbeda bahasa, berbeda cuaca dengan daerah kita. Sangat diperlukan kelapangan hati, banyak berdzikir dan berdo’a akan sangat membantu kita dalam menghadapi segala yang kita jumpai selama melaksanakan ibadah umroh atau haji. Dengan persiapan mental yang baik, maka semua yang kita alami akan bisa kita hadapi dengan baik in syaa Allah

 

  1. Manajemen waktu

Persiapkan manajemen waktu dengan baik. Carilah jadwal waktu sholat di Masjid Nabawi dan Di Masjidil Haram agar kita bisa memperkirakan kapan harus berangkat ke Masjid sehingga kita bisa lebih maksimal dalam beribadah. Jadwal tersebut bisa ditanyakan pada Pmbimbing umroh atau haji.

 

  1. Membawa barang pribadi seperlunya

Bawalah barang seperlunya saja, jangan berlebihan. Sesuaikan barang keperluan pribadi dengan lama waktu di Tanah Suci. Biasanya travel memberikan list barang bawaan yang harus dibawa, hal itu sangat membantu bagi jama’ah sehingga bisa membawa perlengkapan yang tepat dan tidak berlebihan.

 

  1. Membuat target ibadah

Buatlah target ibadah selama di Tanah Suci. Hal ini akan mengoptimalkan waktu kita selama di Tanah Suci. JIka kita membuat catatan target ibadah, maka tidak banyak waktu yang terbuang sia-sia. Beribadah di Masdid Nabawi dan Masjidil Haram memiliki banyak keutamaan, dengan membuat target ibadah maka in syaa Allah kita akan maksimal dalam beribadah.

Silahkan disebarkan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *